Oleh: elhaidar | 17 Januari 2011

Install Samba di Ubuntu

Samba adalah himpunan aplikasi yang bertujuan agar komputer dengan sistem operasi Linux, BSD ( atau UNIX lainnya) dapat bertindak sebagai file dan print server yang berbasis protokol SMB (session message block). Jaringan yang semacam ini biasa dijumpai pada Windows workgroup atau Windows NT Domain. Samba juga dilengkapi dengan beberapa program bantu sehingga sistem operasi Linux (dan UNIX lainnya) bisa mengakses resources yang ada pada jaringan Windows yang telah ada. Bisa dikatakan, Samba adalah jembatan penghubung antara Windows dan UNIX.

Samba terdiri atas dua program yang berjalan di background: SMBD dan NMBD. Secara singkat dapat disebutkan bahwa SMBD adalah file server yang akan menghasilkan proses baru untuk setiap client yang aktif sementara NMBD bertugas mengkonversi nama komputer (NetBIOS) menjadi alamat IP sekaligus juga memantau share yang ada di jaringan. Kerja SMBD sendiri diatur melalui file konfigurasi /etc/samba/smb.conf. Dengan membuat file konfigurasi yang tepat, Samba dapat dijadikan file server, print server, domain controller, dan banyak fungsi lainnya.


Sebelumnya pastikan dulu samba sudah terinstall, jika belum anda bisa menginstallnya dengan menggunakan perintah

$ sudo apt-get install samba

Setelah samba terinstall, edit konfigurasi samba dengan editor kesayangan anda, misal menggunakan nano

$ sudo nano /etc/samba/smb.conf

Sesuaikan baris berikut, yang lain hiraukan tidak usah di hapus

workgroup = sman1kencong
security = share

kemudian di baris terakhir tambahkan baris folder yang di share, misalkan anda ingin menshare /media/DATA (sesuaikan dengan folder hasil mounting partisi windowsnya etc : /mnt/hda1 or /media/hda1 or bisa jg yang laen sesuaikan sendiri ya?? )

[DATA]
comment = Data Drive D
path = /media/DATA
browseable = yes
read only = no
guest ok = yes

Setelah simpan dan restart samba dengan perintah

$ sudo /etc/init.d/samba restart

Jika masih belum bisa di baca dan tulis maka anda harus merubah fstab,

$ sudo nano /etc/fstab

rubahlah option default pada baris partisi yang di share dengan “umask=0000″ misal:

/dev/sda5    /media/DATA     auto    umask=0000    0    0

Restart lagi, dan semoga berhasil.


Tanggapan

  1. thank gan info’ya … makin sukses di dunia linux n yang lain’ya

  2. Sama-sama Gan, thax ya atas kunjungannya.

  3. tengkyu sir, btw biar bisa writeable gimana tuh ?

  4. makasih kk atas pencerahanya ijin mendokumenasikan di blog q ya kk

  5. wes bener temen ta cak settingan ngono iku,kok kroco temen


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 35 pengikut lainnya.